Sumur Bor Bandung Timur
Jumat, 11 Mei 2018
Senin, 23 April 2018
Service Jetpump
Sumur Bor JaBar selain Membuat sumur Bor kami juga menerima Layanan jasa service/Reparasi, Pompa air panggilan untuk area Bandung & Sekitarnya.
Proses Pengeboran
Di post kali ini saya akan memberikan informasi tentang pengeboran di Dareah Lembang Kabupaten Bandung Barat tepatnya di wilayah Sesko AU.
kedalaman Sumur Bor 40 meter dengan pipa 4" 6 batang atau 24 meter dan 4 batang casing 3" atau 16 meter.
pada masa pengerjaan awalnya sih lancar - lancar saja, ketika pengeboran menembus 26 meter kita kehilangan air atau biasa di sebut waterloss yang artinya air sirkulasi yang kita pakai ternyata hilang terbawa arus air di kedalaman 26-29 meter, nah lantas apa solusinya kok bisa menembus sampai 40 meter nah kita pakai tehnik pengentalan air sirkulasi dengan di campur lumpur sawah -+ habis sekitaran 1 pick up atau kisaran 40 karung entah berapa kubik kalau di hitung wkwkw..
dan pekerjaan lancar walau sedikit kekurangan air pada waktu itu.
Artinya apa saya menceritakan hal ini, pertama di kedalaman tersebut sumber air sangatlah bagus dan debit air besar saya rasa cukup 40 meter untuk kapasitas rumahan, nah disini pentingnya jam terbang para pekerja atau operator yang menjalankan mesin bor, karena setiap daerah akan berbeda-beda, daerah pesawahan, pegunungan, perkebunan, semua ada kekurangan dan kelebihan masing-masing, kalau tukang bor asal-asalan mana tau sumber air ada di kedalaman berapa, hayo... masih mau pakai jasa pengebor yang asal asalan hehe... gak lah pasti semua pemain di pengeboran punya pengalaman masing masing...
sekian cerita saya dan jika ingin berkonsultasi mengenai Sumur Bor atau ada keluhan di rumah silahkan hubungi WA saya 081214879451.
sampai berjumpa di postingan berikutnya...
Rabu, 13 Desember 2017
Minggu, 08 Oktober 2017
Tahap Pengerjaan Pengeboran
1. TAHAP PERSIAPAN
2. TAHAP PEMBORAN AWAL (PILOT HOLE)
3. TAHAP ELECTRICAL LOGING
4. TAHAP PEMBERSIHAN LUBANG BOR (REAMING HOLE)
5. TAHAP KONSTRUKSI PIPA CASING DAN SARINGAN (SCREEN)
6. TAHAP PENYETORAN KERIKIL PEMBALUT (GRAVEL PACK)
7. TAHAP PENCUCIAN DAN PEMBERSIHAN (WELL DEVELOPMENT)
8. TAHAP PENGECORAN
9. TAHAP UJI PEMOMPAAN (PUMPING TEST)
10.TAHAP FINISHING
I. TAHAP PERSIAPAN
Dalam pelaksanaan pekerjaan pemboran tahap pekerjaan persiapan meliputi :
1. Pekerjaan Mobilisasi
Sebelum pekerjaan lapangan dimulai, dilakukan mobilisasi atau mendatangkan peralatan dan bahan-bahan pemboran beserta personelnya ke lokasi pemboran. Tahap mobilisasi ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan lapangan.
2. Pekerjaan Persiapan Lokasi
Pada tahap pekerjaan ini meliputi :
Pembersihan, perataan dan pengerasan lokasi untuk posisi tumpuan mesin bor.Pembuatan bak Lumpur, bak control dan selokan untuk sirkulasi Lumpur bor.Penanaman casing pengaman sedalam 1-2 m pada posisi titik bor apabila formasi lapisan tanah paling atas yang akan dibor merupakan lapisan formasi yang mudah runtu.Penyetelan (setting) mesin bor beserta menara (rig), penyetelan (setting) pompa Lumpur beserta selang-selangnya.Penyedian air serta pengadukan Lumpur bor untuk sirkulasi pemboran.
II. TAHAP PEMBORAN AWAL
Sistem pemboran yang diterangkan disini adalah menggunakan system bor putar (rotary drilling) dan tekanan bawah (pull down pressure) yang dibarengi dengan sirkulasi Lumpur bor (mud flush) kedalam lubang bor.
Pemboran pilot hole adalah pekerjaan pemboran tahap awal dengan diameter lobang kecil sampai kedalaman yang dikehendaki, diameter pilot hole biasanya antara 4 sampai dengan 8 inchi, Selain itu juga ditentukan dengan kemampuan atau spesifikasi mesin bor yang digunakan.
Hal-hal yang perlu diamati dalam pekerjaan pemboran pilot hole adalah :
Kekentalan (viskositas) Lumpur borKecepatan mata bor dalam menebus formasi lapisan tanah setiap meternya (penetrasi waktu permeter)Contoh gerusan (pecahan) formasi lapisan dalam setiap meternya.Contoh (sample) pecahan formasi lapisan tanah (cutting) dimasukkan dalam plastik kecil atau kotak sample dan masing-masing diberi nomor sesuai dengan kedalamanya. Adapun maksud pengambilan sample cutting adalah sebagai data pendukung hasil electrical logging untuk menentukan posisi kedalaman sumber air (akuifer)
III. TAHAP ELECTRICAL LOGING
Electrical Loging tujuannya adalah untuk mengetahui letak (posisi) akuifer air, tahap pekerjaan ini sebagai penentu konstruksi saringan (screen).
Electrical Loging dilakukan dengan menggunakan suatu alat, dimana alat tersebut menggunakan konfigurasi titik tunggal dimana eletroda arus dimasukakan kedalam lubang bor dan elektroda yang lain ditanam dipermukaan. Arus dimasukkan kedalam lubang elektroda yng kemudian menyebar kedalam formasi disekitar lubang bor. Sebagian arus kembali ke elektroda di permukaan dengan arus yang telah mengalami penurunan. Penurunan inilah yang diukur.
IV. TAHAP PEMBERSIHAN LUBANG BOR (REAMING HOLE)
Yang dimaksud dengan reaming adalah memperbesar lubang bor sesuai dengan diameter konstruksi pipa casing dan saringan (screen) yang direncanakan.
Hal-hal yang diamati dalam tahap pekerjan reaming adalah sama seperti pada tahap pekerjaan pilot hole, hanya pada pekerjaan reaming cutting (formasi lapisan tanah) tidak perlu diambil lagi. Ideal selisih diameter lobang bor dengan pipa casing adalah 6 inchi. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah masuknya konstruksi pipa casing dan saringan (sreen) serta masuknya penyetoran kerikil pembalut (gravel pack).
V. TAHAP KONSTRUKSI PIPA CASING DAN SARINGAN (SCREEN)
Pada tahap ini peletakan pipa casing dan saringan (screen) harus sesuai dengan gambar konstruksi yang telah direncanakan. Terutama peletakan konstruksi saringan (screen) harus didasarkan atas hasil electrical logging dan analisa cutting.
Selain itu juga didasarkan atas kondisi hydrogeology daerah pemboran. Dari pemahaman aspek-aspek hydrogeology diharapkan perencanaan sumur dalam yang dihasilkan mampu memberikan sumur pemanfatan (life time) yang maksimal dan kapasitas yang optimal dengan memperhatikan kelestarian lingkungan didaerah sekitar pemboran.
VI. TAHAP PENYETORAN KERIKIL PEMBALUT(GRAVEL PACK)
Maksud dan tujuan penyetoran kerikil pembalut (gravel pack) adalah untuk menyaring masuknya air dari formasi lapisan akuifer kedalam saringan (screen) dan mencegah masuknya partikel kecil seperti pasir ke dalam lubang saringan (screen). Adapun cara penyetoran kerikil pembalut (gravel pack) adalah dibarengi dengan sirkulasi (spulling) air yang encer supaya kerikil pembalut (gravel pack) dapat tersusun dengan sempurna pada rongga antara konstruksi pipa casing dengan dinding lubang bor.
VII. TAHAP PENCUCIAN DAN PEMBERSIHAN (WELL DEVELOPMENT)
Tahap pekerjaan pencucian dan pembersihan sumur dalam dilakukan dengan maksud untuk dapat membersihkan dinding zona invasi akuifer erta kerikil pembalut dari partikel hlus, agar seluruh bukaan pori atau celah akuifer dapat terbuka penuh sehinga ar tanah dapat mengalir kedalam lubang saringan (screen) dengan sempurna.
Manfaat dari tahap Well Development ini adalah :
Menghilangkan atau mengurangi penyumbatan (clogging) akuifer pada dinding lobang bor.Meningkatkan porositas dan permeabilitas akuifer disekeliling sumur dalam.Menstabilakan formasi lapisan pasir disekeliling saringan, sehingga pemompaan bebas dari kandungan pasir.
Pelaksanaan tahap Well Development dilakukan dengan cara :
1. Water Jetting
Peralatan yang digunakan disebut Jetting Tool, yaitu suatu alat dari pipa yang mempunyai 4 lobang (dozzle). Alat ini dimasukkan kedalam sumur dalam pada tiap-tiap interval saringan secara berurutan dari bawah keatas dengan penghantar pipa bor yang dihubungkan dengan pompa yang dihubungkan dengan pompa tekan yang memompakan air bersih kedalam sumur dalam.
Pada pengoperasiannya, alat ini digerakkan berputar-putar atau dengan memutar-mutar pipa penghantarnya dan naik turun sepanjang saringan (screen).
2. Air Lift
Pada metode air lift ini dimulai dengan pelepasan tekanan udara kedalam sumur dalam dari tekanan kecil kemudian perlahan-lahan diperbesar. Pekerjaan air lift ini dilakukan mulai dari interval saringan paling atas ke bawah secara berurutan hingga ke dasar sumur dalam.
VIII. TAHAP PENGECORAN (GROUTING)
Maksud dan tujuan dari tahap grouting ini adalah :
- Sebagai penguat (tumpuan) konstruksi pipa casing.
- Untuk menutup (mencegah) masuknya air permukaan (air atas) kedalam pipa casing melalui saringan (screen).
IX. TAHAP UJI PEMOMPAAN (PUMPING TEST)
Maksud dan tujuan uji pemompaan (pumping test) ini adalah untuk mengetahui kondisi akuifer dan kapasitas jenis sumur dalam, sehingga dapat untuk memilih jenis serta kapasitas pompa ang sesuai yang akan dipasang disumur dalam tersebut.
Data-data yang dicat dalam uji pemompaan adalah :
a. Muka air tanah awal (pizometrikawal)
b. Debit pemompaan
c. Penurunan muka air tanah selama pemompaan (draw-down)
d. Waktu sejak dimulai pemompaan
e. Kenaikan muka air tanah setelah pompa dimatikan
f. Waktu setelah pompa dimatikan
Uji pemompaan dilakukan melalui 2 tahap :
1) Uji pemompaan bertahap (step draw-doen test)
Uji pemompaan yang dilakukan 3 step, masing-masing selama 2 jam dengan variasi debit yang berbeda.
2) Uji pemompaan panjang
Uji pemompaan ini umumnya dilakukan selama 2x 24 jam dengan debit tetap.
Pada uji pemompaan ini dimbil sample air 3 kali, yaitu pada awal pemompaan, pertengahan dan akhir pemompaan. Maksud dan tujuan pengambilan sample air adalah untuk pemeriksaan (analisa) kualitas air, apakah air yang dihasilkan dari sumur dalam tersebut memenuhi standar air minum yang diizinkan.
Kualitas air yang dianalisa adalah :
- PH (keasaman atau kebasaan) air tersebut.
- Kadar unsure-unsur kimia terkandung dalam air tersebut.
- Jumlah zat pada terlarut (TDS).
X. TAHAP FINISHING
Tahap finishing meliputi :
o Pemasangan pompa submersible permanent, panel listrik serta instalasi kabel-kabelnya.
o Pembuatan bak control (manhole) apabila well head posisinya dibawah level tanah, pembuatan apron apabila well head posisinya diatas level tanah.
o Pembuatan instalasi perpipaan, asesoris serta Well Cover.
o Pembersihan dan perapihan lokasi.
Info Lebih lanjut.
Call : Whatshapp 081214879452
Rabu, 20 September 2017
Minggu, 10 September 2017
Standar Harga Khusus Kota Bandung
STANDARD HARGA KHUSUS BANDUNG
NONama PaketHarga dengan menggunakan mesinJet PumpRRTSubmersible1Kedalaman 30-40 meterRp. 14 JtRp. 20 JtRp. 25 Jt2Kedalaman 60-80 meterRp. 35 JtRp. 50 jt3Kedalaman 80-100 meterNego4Kedalaman 100 ke atas Nego
https://api.whatsapp.com/send?phone=6281214879451
Ket :
1. Harga All in
2. Pipa Casing 3" dan 4" Merk Wavin Tipe AW (kelas1)
3. Pipa Casing 1" Rucika
4. Harga sewaktu-waktu berubah. tergatung kedalaman, wilayah/area, Barang, dll.
5. Harga Belum Termasuk PPn Dan PPh
Pengeboran dengan diameter pipa 4″ adalah :
0 s/d 30m Rp. 300.000,- / meter
30 s/d 75m Rp. 350.000,- / meter
75 s/d 100m Rp. 400.000,- / meter
100m ke atas kenaikan per 20 m naik Rp. 50.000,-
Pengeboran dengan diameter pipa 5″ adalah :
0 s/d 30m Rp. 350.000,- / meter
30 s/d 75m Rp. 400.000,- / meter
75 s/d 100m Rp. 450.000,- / meter
100m ke atas kenaikan per 20 m naik Rp. 50.000,-
Pengeboran dengan diameter pipa 6″ adalah :
0 s/d 30m Rp. 400.000,- / meter
30 s/d 75m Rp. 450.000,- / meter
75 s/d 100m Rp. 500.000,- / meter
100m ke atas kenaikan per 20 m naik Rp. 50.000,-
UNTUK DILUAR BANDUNG
Harga ditentukan tergantung daerah/setelah survey lokasi
HARGA LAINNYA :
JasaPengeboran Manual? Tenaga Manusia (Nego)
Jasa pemasangan pompa jetpump 250 VA s/d 600 VA ( NEGO )
Jasa pemasangan / penggantian pompa submersible 1 HP s/d 2 HP ( NEGO )
Jasa pemasangan / penggantian pompa submersible 3 HP s/d 5 HP ( NEGO )
Jasa pemasangan / penggantian pompa submersible 5 HP ( NEGO )
Cara Pembayaran
- 50% Pembayaran (DP) sebelum pekerjaan
- 50% Berikutnya (Pelunasan) saat serah terima pekerjaan
- Atau tergantung Kesepakatan Bersama
Founder Sumur Air Bersih >> Penyedia Jasa Pembuatan Sumur Bor Di Bandung Untuk Keperluan Rumah Tangga dan Industri Dalam Penyediaan Air Bawah Tanah yang Baik dan Berkualitas untuk Kehidupan.
WA 081214879451 Sumur Bor Bandung
Saya ingin menghubungi Sumur Bor Jabar